Tegai Blogku?

Senin, 20 Februari 2012

Revitalisasi Peran Organisasi Mahasiswa Kedaerahan

Revitalisasi Peran Organisasi Mahasiswa Kedaerahan


1. Pendahuluan
Mahasiswa sebagai bagian dari warga masyarakat, mempunyai peran strategis dalam pemerataan pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat lokal, namun masih belum menyadari akan tanggung jawabnya sebagai duta masyarakat dalam hal transformasi pola pikir kepada daerahnya, khususnya organisasi mahasiswa kedaerahan secara institusional sebagai wadah mahasiswa dalam hal mempasilitasi peran tersebut.
Otonomi daerah sebagai produk strategis era reformasi, perlu dipersiapkan secara cermat dan profesioanl. Organisasi mahasiswa kedaerahan memeiliki peran strategis dalam mengoptimalkan keberhasilan pembangunan daerah, khususnya dalam mentransformasi pengetahuan dan perkembangan teknologi serta pola pikir didaerahnya sesuai nilai – nilai budaya dan religi, sehingga mampu membangun daerahnya itu sendiri secara mandiri serta memiliki daya saing dengan dengan daerah lain.
Menghadapi tantangan serta peluang tersebut diperlukan revitalisasi peran fungsional Organisasi Mahasiswa Kedaerahan untuk membentuk mahasiswa daerah yang peduli dan bertangung jawab terhadap pembangunan daerahnya secara cerdas, kreatif, dan inovatif. Dengan demikian tumbuh-kembangnya kemandirian lokal dapat menunjang upaya keluar dari krisis melalui pemberdayaan Otonomi Daerah yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
2. Refleksi
Hakikat fungsional mahasiswa sebagai bagian dari anggota masyarakat, secara langsung maupaun tidak langsung mempunyai beban amanah dan tanggung jawab moril kepada daerah . Selain selaku pribadi yang diutus oleh keluarga untuk menuntut ilmu dalam rangka meningkatkan taraf hidup, menambah wawasan dan meningkatkan pola pikir, mahaiswa juga punya tanggung jawab untuk bagaimana setelah menyelesaikan kuliahnya bisa kembali ke daerahnya dalam rangka membangun daerahnya masing – masing. Baik itu dari segi sosial, budaya, ekonomi bahkan dalam mentransformasi nilai – nilai yang bisa mengembangkan pola pikir masyarakat.
Krisis nasional dalam hal pemerataan pembangunan dan lunturnya budaya lokal (yang mampu mempertahankan jati diri bangsa indonesia) hendaknya menyadarkan kita khususnya mahasiswa yang telah meninggalkan kampung halamannya untuk menimba ilmu di perguruan tinggi bahwasanya pemerataan pembangunan dan penguatan budaya – budaya lokal ternyata bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan rakyat yang tinggal di daerah. Tetapi juga, mahasiswa – mahasiswa daerah itu sendiri yang notabenenya merupakan duta rakyat dalam hal mempasilitasi proses transformasi budaya dan teknologi di daerah. Yang mana, hal tersebut belum disadari sepenuhnya oleh mahasiswa itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar